Beranda > Buku, SanaSini, Umum > Faute de Mieux, Oshie Leslie

Faute de Mieux, Oshie Leslie

Sejujurnya saya membaca buku ini karena exited teman saya yang mengarangnya. Yah, teman, bukan teman yang cuman sekedar sama-sama tau. Tapi karena memang teman SD-SMP-SMA….dan kalau statusnya teman, sampai kapanpun sisa umur ini akan tetap sebagai teman.
Well, Faute de Mieux, seperti di jelaskan di ringkasan dibalik buku nya adalah sebuah konflik dua anak manusia, Togi vs Widya. Buat yang bingung arti kata Faute de Mieux, berikut ini artinya menurut beberapa sumber :
1. http://www.answer.com : For lack of something better.
2. Merriam-Webster :  : for lack of something better or more desirable <sherry made him dopey but he drank it faute de mieux — F. T. Marsh>
3. http://www.thefreedictionary.com : For lack of something better.
Yah, kira-kira pengertiannya “Kekurangan untuk menjadi lebih baik”.
Oke, sekitar 25 halaman pertama, membaca novel ini terasa membosankan. Tidak seperti membaca buku-bukunya Syahmedi Dean (LSDLF, JPVFK,PGDPC), atau buku bergaya blog seperti Trinity (The Naked Traveler) dan Amelia Masniari (Miss Jinjing), atau bukunya Trudi Canavan (The Magicians Guild)…yang penuh dengan intrik, tragedi dan action. Juga bukan buku njlimet seperti punya Dan Brown (Da Vinci Code, Angel and Demon), mmmm atau buku “wajibku”..seperti Kontrol PID untuk proses Industri..hehehe…. becanda..
Buku ini cenderung datar dan mendayu dayu. Konflik nya biasa, umum terjadi di setiap keluarga atau kalau tidak mau dibilang konflik di sinetron-sinetron…..
Tapi tunggu dulu, saya gak sadar sudah sampai di halaman 103… saya membatin,”ini yang dibilang membosankan”…padahal saat ini saya sedang mengerjakan project untuk upgrade control system di sebuah Gas Plant. Tapi saya selalu punya kesempatan untuk meneruskan buku itu. Bukan karena “sayang sudah dibeli mahal-mahal”, atau “gak enak sama temen”…tapi saya sangat menikmatinya. Saya jadi ngerti, maksud komentar yang tercantum di sampul buku oleh Dra. Tuty Gandarsih, “Saya tidak dapat berhenti membacanya sampai selesai”.
Saya memang tertarik dengan budaya batak, karena salah satu rekan kerja saya adalah orang batak yang tua. Jadi suka pameran filosophi batak. Tapi, saya menyukainya. Dan, Faute de Mieux menjabarkan sedikit tentang budaya batak tanpa terkesan menggurui, dengan contoh-contoh nyata kehidupan manusia. Jadi gampang dipahami. Tidak banyak sih, tapi memang jangan banyak-banyak, biar gak bingung.
Penyampaiannya ringan tapi membuat halusinasi. Saya sampai mengira kalau Maharani Palace Hotel itu benaran ada, uugghh ternyata adanya di Jaipur, India. Konfliknya khas Indonesia banget, kalau gak mau dibilang khas Antro banget..hehehe… Untung saya gak nyari ke Bethesda Record pasien bernama T.F.M…
Selain itu, buku ini tidak hanya “bercerita” tentang si akotr/aktris didalamnya. Tapi juga “bercerita” tentang si penulisnya..hahaha..kalau yang ini karena saya sudah kenal lama dengan Oshie. Jadi tau bagaimana dia berbicara, susunan kata, intonasi, dll. Sekarang baru saya sadar, bahwa bakat writer si abang oshie ini sudah ada sejak dulu. Soalnya dulu saya suka mikir, kok ngomongnya “tertib” amat sih. Gak gawul..hihihi…. Dasar bodoh aku ini.
Sampai akhirnya buku itu selesai, saya masih bolak balik buku itu, untuk menegaskan alur cerita atau meyakinkan makna dari beberapa kalimat sebelumnya. Kadang-kadang kan si penulis membuat paragraph yang gantung tuh. Kalau teman-teman membaca buku ini, nanti akan tahu apa maksud dari Faute de Mieux diatas.
Nah, sekarang kritiknya.
Satu yang paling mengganggu, LAYOUT…. oh my god…kenapa juga tulisannya dempet- dempet begitu. Paragraph yang 1 spasi (kalo pakai istilah MsWord) membuatnya kurang nyaman…kalau misalnya lagi baca trus ada kucing imut lewat trus harus memalingkan muka, trus kembali ke tulisan lagi, cukup sulit untuk menemukan apa yang terakhir dibaca.
Selebihnya, buku ini masuk kategori You Must Read.
Saya beli buku ini di gramedia…mmm bukan saya sih, saya nitip teman yang kebetulan aplusan dari Jakarta. Dia bilang di belinya di Gramedia. Tebalnya 449 halaman. Dan yang paling asik, ada poto si pengarangnya nyempil senyum-senyum di belakang.
Oke, selamat ya Shie, Ditunggu karya-karya selanjutnya. Plis, kalo lu gak suka review ini, aku jangan dibanting…🙂

1Buku ini adalah recomended dari seorang teman. Katanya sih “ni buku gabungan antara novel dan cerita budaya batak, kamu harus baca. Bagus!!”

Well, Faute de Mieux, seperti di jelaskan di ringkasan dibalik buku nya adalah sebuah konflik dua anak manusia, Togi vs Widya. Buat yang bingung arti kata Faute de Mieux, berikut ini artinya menurut beberapa sumber :

1. http://www.answer.com : For lack of something better.

2. Merriam-Webster : for lack of something better or more desirable <sherry made him dopey but he drank it faute de mieux — F. T. Marsh>

3. http://www.thefreedictionary.com : For lack of something better.

Kira-kira pengertiannya “Kekurangan untuk menjadi lebih baik”.  Artikan sendiri ya arti dibalik arti itu, atau lebih baik baca bukunya supaya paham lebih dalam.

Saya memang tertarik dengan budaya Batak, karena salah satu rekan kerja saya adalah orang Batak yang tua. Jadi suka pameran filosophi Batak. Tapi, saya menyukainya. Harus diakui, filosofi Batak penuh dengan kearifan. Dan, Faute de Mieux menjabarkan budaya Batak tanpa kesan menggurui, dengan contoh-contoh nyata kehidupan manusia. Jadi gampang dipahami.

Saya sampai mengira kalau Maharani Palace Hotel itu benaran ada, uugghh ternyata adanya di Jaipur, India. Untung saya gak nyari ke Bethesda rekam medis pasien bernama T.F.M…

Selain itu, buku ini tidak hanya “bercerita” tentang si aktor/aktris didalamnya. Tapi sebenarnya juga “bercerita” tentang si penulisnya. Kita bisa mengeksplore apa yang diinginkan penulis dari novelnya tersebut. Yaah sedikit-sedikit jadi detektif kan gak apa-apa ya…

2

Seperti diutarakan diatas, arti dari Faute de Mieux, tapi saya kok tidak menemukan apa yang dimaksud dengan Faute de Mieux versi penulis ya?? tidak ada penjelasan langsung tentang itu. Atau memang pembaca di berikan kebebasan untuk menentukan sendiri makna dari Faute de Mieux..hhhmmm…. boleh juga, bikin bebas berimajinasi.

Oia, penasaran nih, yang jadi model sampul siapa ya?? apa si Oshie sendiri?

Buku ini masuk kategori You Must Read.

Saya beli buku ini di gramedia seharga Rp. 45.000…mmm bukan saya sih, saya nitip teman yang kebetulan aplusan dari Jakarta. Dia bilang di belinya di Gramedia. Tebalnya 449 halaman. Oke, ditunggu karya-karya Oshie selanjutnya.

  1. September 7, 2009 pukul 2:15 am

    halo,
    senang bertemu Anda melalui blog ini saya Agus Suhanto, posting yang bagus🙂 … salam kenal yee

    • guladig
      September 7, 2009 pukul 10:27 am

      Halo juga mas, Salam kenal juga ya.
      Terima kasih apresiasinya. Semoga suka juga dengan posting-posting yang lain.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: