Beranda > Buku, SanaSini, Umum > The Naked Traveler, Trinity

The Naked Traveler, Trinity

the-naked-traveler-coverHalo semua, kali ini adalah Pelancong Telanjang…Hahaha…. itu arti harfiahnya ya.. Tapi jangan diartikan dengan naked-naked gitu..
Buku ini sudah saya baca lebih dari sebulan yang lalu, tapi baru bisa sempat bikin review nya sekarang. Satu hal yang mau saya tekankan dari review saya ini, review ini adalah sudut pandang pribadi saya sendiri. Terlalu subjektif. Karena jujur saja saya bukan orang yang suka berpergian dengan modal telanjang (Naked)…😀 Bukan tidak suka sih, tapi karena alasan pekerjaan, tepatnya.

Saya tertarik membayar buku ini di kasir karena (jujur saja) ada kata NAKED di depannya. You know laahh, secara gw cowok sejati gitu loh. Tebak!! YUP, berharap ada yang Naked-naked gitu.. juga karena penasaran, kenapa sesuatu yang berbau Naked di ijinkan untuk dijual bebas..hahaha…GUYON pemirsa.

Buku ini diangkat dari cerita blog oleh seorang wanita yang mengaku bernama Trinity. Mengaku??  ya, nona Trinity ini adalah nickname, beliau tidak mau membeberkan nama aslinya. Mungkin takut ketawan kalau lagi Naked di negri orang..hihihi… tapi bagus juga buat strategi marketing. Bikin penasaran. Buktinya, saya terpancing untuk bertapa dengan mbah google demi mencari siapa sosok Trinity ini sebenarnya.

Sekali lagi, ini blog, berarti bercerita dengan jujur apa adanya dan sedikit sensor. Termasuk pendapat-pendapat pribadi dari penulis. Ada salah satu pendapatnya tentang kisruh pulau ligitan dan sipadan, dia merasa bahwa kedua pulau itu lebih baik dimiliki oleh Malaysia saja, karena terbukti Malaysia lebih dapat mengurus kedua pulau itu. Dilihat dari sisi pecinta alam, ini adalah suara hati jujur mereka, dan maaf para pahlawan Indonesia, kali ini saya setuju dengan Miss Trinity.
Tapi jangan men-judge bahwa buku ini tidak Patriotis, coba lihat halaman 104 berjudul “Eksotisnya Pohon Pisang“… Anda pasti langsung bersyukur terlahir di tanah Indon..eh Indonesia maksudnya.

Pendapat tentang rasialisme juga saya suka, seperti “Tidak semua Scottish itu racist, Saya punya beberapa teman Scottish, kok. Dan mereka tidak Racist“… gimana kalau ini diterjemahkan ke “perang” kita dengan Malingshit?? Tentu Cyber War yang heboh sekarang ini gak gitu-gitu amat.

Yang wajib di cermati buat traveler-traveler lain (atau yang berniat menjadi traveler sejati sampai mau telanjang)… adalah tips-tipsnya. Bagaimana mengakali pengurusan Visa hingga dapat memaksimalkan traveling, bagaimana mencari penginapan termurah rah rah rah..bahkan mungkin lebih murah dibanding losmen di Malioboro, bagaimana juga menghadapi sistem bagasi di Samarinda yang super duper katrok itu… bagaimana juga buat sharing apa saja dengan traveler lain, jadi bisa dapat lebih murah.. Kenapa traveler tidak boleh pake travel bag, gimana juga menghadapi perbedaan cup-cupan…mmm maksud saya colokan listrik yang berbeda-beda tiap negara…Wah pokoknya komplit dan gak akan didapet di Travel Guide yang didapet di hotel-hotel. Yang ini versi THE REAL TRAVELER.

Tapi sekali lagi, apa yang diceritakan disini kurang ada gunanya buat saya, karena ya itu tadi, saya bukan traveler. Kalau mau travel paling karena “dilempar” perusahaan ke suatu tempat. Dan itu pasti sudah ada schedule nya..tinggal diikuti saja. Jadi saya agak-agak bosan membacanya. Pikir saya, duh repot bener mau ngeliat pemandangannya setting pelem Lord Of The Ring di Selandia Baru…. tapi itu lah bodohnya saya..wakwakwak… Tapi dari semua “rayuan” Trinity dibuku ini, saya paling kepingin ke Selandia Baru, Pegunungan Southern Apls…termasuk Misty Mountain. Shit, she mention it till I can’t sleep..

Oia, di bab “I’m Just a Lucky Bastard!“, bercerita yang too good to be true!! Diceritakan tentang gimana nona ini dapet bakwan runtuh hingga bisa lenggang kangkung ke luar negeri gratis!! ya GRATIS!!  saya sihgak mau bilang saya kepingin dapet jackpot macam Trinity, tapi saya pengen bisa ngasih orang bakwan runtuh macam begitu.. hahahaha.. gaya banget ya!! Mimpi-mimpi kan boleh aja…

Well, kekurangan dari buku ini adalah… Tidak kutemukan Naked Woman didalamnya, ooohhh..hahahaha… Dan karena bergaya blog, buku ini tidak memiliki alur yang jelas.. yaaa hanya cerita ngalor ngidul ngalor ngidul gitu, apa yang melintas diotak penulisnya ya langsung ditulis. Kayak orang ngobrol di angkringan(jogja) atau Hek (Solo). Jangan ngarepin cerita-cerita  novel ada didalamnya. Hmmm… dalam kadang-kadang saya berpikir untuk memasukkan buku ini ke dalam kategori buku dokumenter.

Oia, ini adalah profil penulis di Friendster. Silahkan lihat-lihat kalau pengen lihat.
http://profiles.friendster.com/21791673

Status buku ini adalah You Must Read. Untuk para Traveler atau yang ingin mentasbihkan dirinya sebagai Traveler.

Selamat membaca dan ber lancong-lancong ria kawanku, Berdoa saja semoga NyohNyah Trinity ini menelurkan Naked-Naked yang lain.. Salam.

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: