Beranda > SanaSini, Umum > Rosella Belakang Rumah

Rosella Belakang Rumah

rosellaDirumah kami, ada sedikit halaman dibelakang rumah yang masih terlantar tak terurus. Macam-macam ide di kepala saya untuk memanfaatkan lahan sempit ini. Yaitu :

  1. Membangun lapangan futsal
  2. Memasang pondok untuk pementasan wayang kulit
  3. Menanam pohon durian untuk dijual dipinggir jalan
  4. Memasang kincir angin untuk dipakai menghidupkan listrik rumah
  5. Menanam kelapa sawit, untuk di suplai ke pabrik minyak goreng

Sayang, ide-ide britol (brilian-tolol) itu ditolak oleh sang Nyonya. Oke, saya masukkan proposal kedua :

  1. Menanam pohon kelapa
  2. Menanam Jambu biji yang warna merah
  3. Menanam Mangga
  4. Memelihara kelinci
  5. Disewakan
  6. Nyawah

Sayang ditolak juga.

Ada seorang teman menawarkan untuk menanam Rosella. Menurutnya rosella adalah tanaman yang tidak terlalu rumit menanamnya. Wah, kali ini tidak pakai persetujuan. Langsung saja ditanam. Huplaaa….. setelah 5 minggu baru si “dia” sadar bahwa sudah berdiri 4 pohon rosella.

Memang, menanam tanaman berbahasa latin Hibiscus sabdariffa tidak serumit menanam pohon yang lainnya. Dan yang paling penting adalah, rosella cepat dipanen. Kalau kondisi lingkungannya bagus, dalam 3 bulan bunga-bunga rosella sudah bisa dinikmati. Berarti dalam 1 tahun bisa 3-4 kali panen. Namun sayang, rosella hanya bertahan sampai 3 tahun saja. Tapi tenang saja, sebelum 3 tahun, kita sudah bisa menanam ribuan tanaman rosella lainnya. Itu kalau kita berniat menjadi pengusaha rosella. Sayang, halaman belakang terlalu sempit.

Ada bermacam cara mengolah rosella. Oh iya, yang dimanfaatkan disini adalah kelopak bunga nya yang berwarna merah. Bunga ini direndam kedalam air panas, hingga air tersebut berwarna kemerahan. Aduk sedikit dengan gula, lalu minum. Walaupun air hangat, rasa teh rosella yang asam kecut ini sangat segar kalau lewat di tenggorokan. Hhhhhaaahhhh…

Ini nih manfaat rosella dari berbagai sumber :

A. Atasi Diabetes, Hipertensi, Osteoporosis, Kolestrol
sumber Rosella tak hanya mampu mendepak diabeter dan hipertensi. Dari berbagai kesaksian menunjukkan, tumbuhan ini juga ampuh melawan osteoporosis, kolestrol dan migren.

Tepat kalau Dr. Paulus Tribata Budiharjo, M. Th. MM membudidayakan Rosella di Agrowisata Pantai Glagah, soalnya tanaman itu punya segudang manfaat. Juga berkhasiat sebagai tanaman obat.

Kelopak bunga misalnya, bisa dimakan sebagai salad. Juga bisa diolah sebagai penyedap kue. Selain itu sering dipakai dalam pembuatan jeli, sup, saus, asinan, puding. Juga bisa untuk memberi warna merah dan rasa pada teh hijau, serta dapat dipanggang dan dipakai sebagai pengganti kopi.

B. Sebagai Teh Tonik

Bentuk minuman segarnya sangat popular. Dibuat dengan merebus kelopak bunga, plus gula sebagai pemanis dan ditambah jahe. Kelopak bunga ini kaya asam sitrat dan pektin. Bunganya mengandung gosipetin, antosianin, dan glikosid hibiscin.

Zat-zat itu dipercaya sebagai diuretik (peluruh air seni) dan efek koleretik (pengeluaran empedu oleh hati), menurunkan kekentalan darah, menurunkan tekanan darah dan menstimulasi gerakan usus. Daun dan bunganya dipakai teh tonik untuk pencernaan dan fungsi ginjal.

Tanaman ini juga dilaporkan berkhasiat sebagai antiseptik, aprodisiak, meringankan luka usus. Dalam pengobatan tradisional sering dipakai untuk mengatasi radang, kanker, jantung, hipertensi, sakit saraf, sakit pencernaan.

Berbagai khasiat diatas didukung oleh riset ilmiah. Salah satunya dilakukan Pusat Penelitian Biomedis di Meksiko, pada Juli 2004. Tim peneliti (Herrera Arellano, dkk) mencari tahu efektivitas Hibiscus sabdarita sebagai antihipertensi. Mereka melakukan pengamatan pada 75 pasien (usia 30-80 tahun) yang didiagnose menderita hipertensi.

Hasilnya? H.sabdarita mampu menurunkan tekanan darah sistolik dari 139.05 menjadi 123.73mm Hg. Sedangkan tekanan darah diastolic turun dari 90.81menjadi 79.52 mm Hg. Dosis pemakaian 10 g kelopak bunga kering H. sabdarita dicampur 0,5 l air (atau berisi 9.6 mg antosianin), diminum sehari sekali sebelum sarapan.

artikel dari majalah flora & fauna, FLONA, edisi 29/II-juli 2005

Nah tuh, kurang sip apa lagi. Tapi sebaiknya, rosella tidak dikeringkan dulu sebelum dikonsumsi. Karena dapat mengurangi khasiatnya.

kandungan

“Kadar antioksidan yang tinggi pada kelopak Rosella dapat menghambat radikal bebas. Beberapa penyakit kronis yang ditemui saat ini banyak yang disebabkan oleh radikal bebas yang berlebihan. Di antaranya kerusakan ginjal, diabetes, jantung koroner, hingga kanker,” ujar Ir Didah Nurfaridah, staf pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor.

“Semakin pekat warna merah pada kelopak Rosella, rasanya akan semakin asam. Dan kandungan antosianinnya semakin banyak. Dengan demikian, kandungan antioksidannya juga semakin banyak,” ujarnya kemudian.

Sayangnya, kadar antioksidan dalam kelopak Rosella menjadi berkurang jika dikeringkan dengan proses pemanasan (dipanggang dalam oven). Kadar senyawa berkhasiat yang terkandung dalam kelopak Rosella berada pada tingkat tertinggi jika dikonsumsi dalam bentuk segar.

Tapi kan, kalau untuk jualan, ya harus dikeringkan dulu agar tahan lama. Tidak mengapa laaahh… turunnya kandungan gak terlalu banyak kok… Makanya, bismillah dulu sebelum minum. Biar khasiatnya berlipat-lipat.aminiin…..

Ada beberapa tips mengolah rosella:

1. Membuat Teh Rosella (java tea)

Seduh 3-5 bunga rosella kering dengan air mendidih hingga larut dan air berubah menjadi merah (seperti membuat air teh). Tambahkan gula pasir sesuai selera. Mereka yang sedang berdiet, menderita batuk, atau diabetes, gunakan gula rendah kalori seperti gula jagung atau gula stevia secukupnya. Teh rosella dapat diminum dalam keadaan hangat atau dingin.

2. Membuat Selai dari bunga rosella

Bahan: nanas 1 kg (parut bagian padatnya saja), gula pasir 0,5 kg, natrium benzoat 2 gr, asam sorbat 1 gr, esen stroberi atau apel 2 tetes, bunga rosella (tanpa biji) 30 buah

Alat: panci stainless steel, pengaduk, saringan, stoples kemasan

Cara membuat:

bunga rosella diblender, campur dengan nanas, panaskan dengan api sedang hingga mengental dan mengeluarkan bau harum. Masukkan gula pasir, garam, dan asam sorbat sampai larut. Setelah mendidih, kecilkan api, tambahkan esen stroberi dan apel, aduk kembali hingga adonan kental, lalu matikan api. Dalam keadaan panas, masukkan adonan selai ke dalam stoples, tutup rapat. Lakukan pasteurisasi dengan cara mengukus stoples yang berisi selai selama 25-30 menit. Angkat dan dinginkan stoples selai. Selai nanas kombinasi berwarna merah siap digunakan untuk olesan roti dan kue kering, isian donat, dan lainnya.

(sumber: http://www.kompas.com)

Rosella itu sudah berdiri kekar dihalaman belakang, batangnya besar mantab. Bunganya rimbun sekali. Karena sinar matahari tidak masuk terlalu banyak kehalaman belakang, pohon rosella tumbuh menjadi tinggi, mungkin mencari sinar matahari kali ya. Salah satu kekurangannya adalah, banyak semut hitam besar-besar bersarang di bunga rosella. Jadi memang agak direpotkan dengan ants invasion ini. Jangan disemprot dengan pestisida, nanti saat panen, cukup direndam di air bersih, semut-semut akan pergi sendiri. Apalagi kalau dijemur, semut-semut kegerahan dan pergi dengan sendirinya.

Nah ada juga pengalaman unik nih. Setelah panen pertama, saya begitu menggebu untuk membuat  teh rosella. Setelah kelopak bunganya saya cuci, rosella satu pohon saya rebus dengan air satu panci besar. Hasilnya, airnya berwarna Meeeraaaahhh darah. Wah, mirip sirup cocopandan nih, saya membatin. Saya tuang ke gelas, aduk sedikit gula (lebih sehat lagi kalau pakai gula rendah kalori), langsung minum. Selang satu jam, kepala saya pusing, dan badan lemas, mata berkunang-kunang…

Saya lupa kalau punya riwayat keturunan darah rendah.


  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: