Beranda > Kuliner, Umum > Soto Kirana, Solo

Soto Kirana, Solo

170720091399Beberapa waktu lalu, kami sedang dalam perjalanan dari Jogja menuju Madiun untuk mengunjungi kerabat. Kami berangkat sehabis shalat subuh dari Jogja, dengan perjalanan santai sembari menikmati perjalanan. Sesampainya diperempatan delanggu, saya meminta sang Nyonya untuk mencari tahu, sarapan apa yang recomended di kota Solo. Setelah googling sebentar kami memutuskan untuk mampir di Soto Kirana di Jl. M Yamin. Tepatnya didepan Masjid Kawasan. Cara saya menemukannya dengan menemukan dulu SMU Kristen, lalu tanya-tanya sama penduduk sekitar dimana Soto Kirana. Kami sampai sekitar pukul 8.15 pagi.

Saat masuk ke dalam warung soto tersebut, kesannya sejuk, dingin dan teduh. Tembok tembok dibiarkan tekstur bata terlihat membuat kesan teduh. Hawanya pun sejuk, apa ini dikarenakan cuaca pagi yang sejuk atau iklim saat itu sejuk atau memang desain ruangan yang bagus sehingga bikin sejuk, saya tidak tahu..

Saat itu sudah ada sekitar 15 orang yang sedang makan soto. Beberapa warga keturunan cina berkerumun makan dengan rekan-rekannya, bercerita ramai sambil ketawa ketawa dengan mulut ngecap-ngecap karena masih penuh makanan. Ada beberapa pasutri berumur sekitar 40-an, beberapa memakai pakaian dinas kerja. Ada juga dua orang wanita yang kelihatannya sudah hampir selesai. Disebelah meja kami seorang bapak sedang membaca koran menunggu istrinya selesai makan.

Kami pun memilih meja yang paling dalam. Sambil menuju meja tersebut ada seorang ibu berjilbab membuntuti kami, setelah kami duduk ibu itu langsung bilang “daging, ayam??” Ini adalah kalimat pertanyaan, yang maksudnya “Mau pesan Soto daging, atau Soto Ayam??. Wah, kalau orang tidak biasa dengan cara bahasa javanees, pasti dikira “Kamu mirip Daging, atau Ayam??” atau “Mana yang lebih lucu, daging atau ayam” atau “Siapa orang tuamu, daging atau ayam”..hehehehe…. maaf, bercanda. Ibu itu menanyakan dengan nada suara datar, dan tanpa ekspresi, malah terkesan tidak ramah. Bayangkan saja, proses pembuntutan kami diselesaian hanya dengan dua kata, “Daging-Ayam?”. Tapi percayalah, hanya wajahnya saja yang terkesan tidak ramah, tapi ibu itu asli Solo dan saya yakin pasti memiliki karakter khas Solo. Ramah. Saya dan istri saya memesan 2 Soto daging. Untuk minumnya, Teh Gopek Hangat, memesan kepada orang yang berbeda.

Nah, di meja sudah tersaji beberapa makanan ekstra lain. Ada mendoan, tahu, kikil, usus dan jajanan pasar. Penataan seperti ini memang khas untuk warung-warung di pulau Jawa. Dan mendoan nya yang membuat saya khilaf…..eh khilafaran…. Sebelum soto datang, saya sudah habis 3 mendoan, istri saya 2 mendoan. Mendoan adalah item yang harus kalian coba. WENNAK.

Soto datang, hmmmmmm rasanya mak nyus… semoga rasa yang enak ini bukan karena permainan dari micin. hhhhhh seringkali resto atau warung membuat makanan enak karena mengguyurkan micin sebanyak-banyaknya. Nah, apakah temans tau bahaya bahaya micin?? Oke lah, dagingnya lembut, dan rasanya juga pas. Sayang, kuahnya kurang panas kalau ukuran saya. Ini seperti hangat-hangat kuku saja. Saya akali dengan memasukkan sambal lebih banyak. Jadi pedas panas kan..😀

Yang asyik, melihat istri saya, dengan menambahkan kikil ke dalam mangkuknya, wah, jadi terlihat mantapf. Dia bilang kalau kikilnya enak nan lembut. Saya coba sedikit, Wah emang benar…. motong kikilnya gak terlalu sulit saking lembutnya. Saat digigit pun gak kayak gigit karet ban. Ditambah kuah soto sama sambel dikit-dikit, nyummmyyyy…. Tapi saya tetap menjaga “Nafsu Birahi” saya untuk tidak ikut-ikutan mengambil potongan Kikil yang baru. Saya jadi parno kalo melihat daging kikil, terabayang kalau kikil-kikil itu bertumpuk di saluran peredaran darah atau di sendi-sendi atau menutup saluran udara di paru-paru..hiiiiyyyy…….

Setelah habis 3/4 kikilnya, istri saya menyerah, karena kikil tersisa sudah terlalu kenyal untuk di gigit. “Ini yah, habisin, bunbun dah gak kuat, alot” sambil menyurungkan mangkuknya. Saya cuman bengong melihat mangkuk itu, dalam hati “wah ini melawan idealisme saya dong”, “bisa sakit-sakitan nanti saya tuanya”, “daging-daging kaya gini nih yang bikin spesialis jantung laku”, “istri ku mau membuatku mati cepat nih kayaknya”, “tega beber sih dia”, “dimakan gak yaa..”…. Tapi saya bergumam dalam hati, mulut sudah penuh kikil. klecap-klecap-klecap..enak… hehehehe…

Semua menu itu ditutup dengan Teh Gopek hangat. Wah, jangan tanya deh kalau teh gopek. Ini adalah teh favorit saya. WaSGiTel. Wangi Sepet Legi Kentel. Tapi jangan terlalu legi/manis. Nanti nikmat tehnya hilang. Mantaaaabb.

Saat kami selesai makan dan akan membayar, tinggal acungkan tangan. Nah ini uniknya juga, nanti ada seseorang yang akan menghampiri sambil bawa kalkulator, duduk disebelah kami. Sambil tanya dengan bahasa jawa halus, “Daharenipun nopo mawon??”… “Makannya apa saja”.

Sambil disebut ini-itu, dia menghitung pakai kalkulatornya. Trus langsung dikasih tahu totalnya, kita kasih uangnya disitu, dia yang urus semua, kembalian dan (kalau mau) tipsnya.

Kami makan 2 soto daging, 2 teh gopek hangat, 6 mendoan, 1 kikil, harganya Rp. 24.000,- . Silahkan kira-kira sendiri, saya tidak tahu detilnya..hehehe

Sebenarnya Soto Kirana tidak hanya menjual Soto. Ini menu lengkapnya :

  • Soto Ayam/Sapi
  • Nasi Tumpeng Telor
  • Nasi Pecel Telor
  • Nasi Gudangan
  • Nasi Asem-Sem Kikil
  • Minum :Teh Gopek, Beras Kencur Hangat, Gula Asem

Soal harganya, tanya saja sama bapak yang bawa kalkulator tadi..hehehe..maaf saya tidak tahu.

Walaupun begitu, ada beberapa kekurangan :

  1. Ada yang bikin sepet mata, Disisi kiri tembok, berjejer ribuan…(dramatisir nih).. kalender. letaknya tinggi dan tentu saja angka-angkanya tidak terlihat. Kalender-kalender ini bikin dekor ruangan jadi jelek, kebanyakan sih kalender-kalender iklan toko. Toko mas, toko motor, toko onderdil, toko jamu, toko kelontong, toko elektronik… pfffhhhh…buanyak…. Alangkah lebih baik kalau dilengserkan saja, dan pasang seperlunya.
  2. Karena kami duduk ditempat paling dalam, didekat kami ada 2 orang yang sedang memotong-motong daging. Menutur pengalaman, kalau ada orang yang memotong-motong daging di ruangan makan, ruangan tersebut jadi banyak lalatnya. Walaupun saat itu tidak ada lalat, tapi paling tidak bau daging mentah tercium oleh kami…. apa didapur sudah kehabisan tempat ya??
  3. Sekedar saran, seandainya sang penghitung kalkulator tadi ngitungnya pake sempoa… waaaahhhh keren deh.
Kalender bertebaran diatas

Kalender bertebaran diatas

Memotong Daging

Memotong Daging

Sebelumnya maaf, kalau potonya hanya poto ruangan nya saja. Tapi Soto Kirana tetap recomended untuk dihampiri, suasananya enak buat sarapan, ngopi dan baca-baca koran.

Kategori:Kuliner, Umum Tag:, , , ,
  1. muslimshare
    Juli 24, 2009 pukul 5:25 pm

    mau depetin notebook gratis dan beragam hadiah lainnya. ikuti blog contest 2009.

    link kesini yah..

    salam muslimshare

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: