Beranda > Tekno > Pengen tau gimana ilmu Akustik bisa nangkap Penjahat??

Pengen tau gimana ilmu Akustik bisa nangkap Penjahat??

Soun SpotterArtikel ini saya dapat dari www.howstuffworks.com. Memang sudah lama di posting di web aslinya, 30 oktober 2006. Tapi saya baru baca, dan kayaknya sih unik… jadi saya coba translate buat teman-teman sekalian. Lumayan deh.. biar nambah-nambah ilmu. Biar gak cuman mengkritiiiikk saja…hehehehe….
Dikota seperti Wshington D.C, sistem gunshot-detection dapat membantu kerja polisi menemukan orang yang menembakkan senjata. Kejadian tembak-menembak yang biasanya menunggu laporan dari para orang skitar, atau dari investigasi yang lama, sekarang bisa diselesaikan dalam waktu yang singkat, otomatis pun.
Ada bermacam maca sistem sensor tembakan dijual dipasaran. Beberapa bekerja dengan mendeteksi efek sonic-boom yang bergerak lebih cepat dari kecepatan suara. Sensor lainnya mendeteksi efek ledakan dari moncong senjata, hmmm pakai efek optical gitu deh. Nah, ada sistem baru yang lagi dikembangkan di Washington D.C, Namanya SHOOTSPOTTER, bekerja berdasarkan efek akustik, GPS sistem yang secara otomatis akan menemukan asal muasal tembakan, dan dapat secara otomatis melaporkan kepada pihak yang berwajib, Wuiih, canggih benar yak. Gimana sih cara kerjanya.

Jantung dari sistem ini adalah triangulasi akustik, atau kerennya accoustic triangulation. Walaupun detil teknis tentang sistem ini masih agak-agak rahasia, tapi kita masih bisa tahu bagaimana prinsip kerjanya dengan memahami proses triangulasi.

ShotSpotter menggunakan 10 hingga 12 sensor yang terletak tiap km persegi yang menglilingi kota, dan tiap sensor mampu untuk “mendengar” suara tembakan dalam radius 3 km.

Kita kan sudah tahu, kalau kecepatan suara adalah 340,29 meter per detik pada permukaan laut, perbedaan waktu dari suara yang dihasilkan oleh tembakan mencapai (paling tidak) tiga sensor yang berbeda dapat didefinisikan menjadi lokasi dari senjata yang menembakkan pelurunya. Dengan menggunakan sistem GPS yang terintegrasi sebagai sumber waktu, ketiga sensor akan bekerja bersamaan untuk mengelilingi lokasi triangular dari senjata. Kira-kira, begini nih cara kerjanya :

1. Tembakan terjadi disuatu tempat di dalam kota. Sensor 1 menangkap suara dari tembakan. Anggap saa tiap sensor berjarak 3 km, yang kita tahu sekarang adalah tembakan terjadi didalam radius 3 km dari sensor 1.

Tidak dalam skala sebenarnya

Tidak dalam skala sebenarnya

2. Sedetik kemudian, sensor kedua menangkap gelombang suara dari tembakan. Jika tembakan tersebut berjalan dengan kecepatan 0,3 km/detik, sekarang kita tahu kalau tembakan terjadi kira-kira 1,6 hingga 8 kmjauhnya dari sensor-2 lebih jauh dibanding dari sensor-1. Kita dapat menggambar lingkaran yang menggambarkan penangkapan dari sensor-2 overlapping dengan penangkapan radius sensor-1. Jangan lupa, kedua sensor menangkap gelombang suara, tembakan akan terjadi di daerah-daerah overlapping dari area sensor. Lihat gambar dibawah, ada dua lingkaran yang bersinggungan, horeee…. paling tidak ada dua kemungkinan lokasi si penembak.

Tidak dalam skala sebenarnya
Tidak dalam skala sebenarnya

3. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, kita perlu mendapatkan hasil dari sensor ketiga. misalnya sensor ketiga ini terletak di sebelah selatan dari dua sensor sebelumnya, dan mendapatkan hasil suara tembakan setengah detik setelah sensor kedua. Ini akan memberikan hasil jarak nya 1,6 hingga 16 km jauhnya dari sensor -3 lebih jauh dibanding dari sensor-2.

Tidak dalam skala sebenarnya
Tidak dalam skala sebenarnya

Sekarang kita dapat menemukan lokasi dari si penembak, paling tidak jarak dari sensor-sensor yang ada. Sistem tersebut akan menggunakan GPS-receiver untuk mengkonversi titik yang sudah diketahui menjadi koordinat latitude dan longitude, dan meneruskan informasi tersebut ke base-stasion terdekat, bisa menggunakan jalur telpon atau sinyal radio frekuensi (wireless). Base-Station meneruskan koordinat tersebut ke 911 call center terdekat, yang mampu untuk menentukan alamat dan lokasi dengan tepat berdasarkan koordinat yang telah dikirimkan. Langsung deh, dikirimkan polisi ke lokasi kejadian. Berdasarkan informasi dari pengembang ShotSpotter, akurasi sistem ini hingga 25 meter atau kurang, yaaahhh untuk ukuran disono masih lebih pendek dari satu blok lah.

Sensor-sensor itu sendiri berukuran kecil sekali, mereka membandingkannya dengan “Sebesar permen karet batangan”. Masing-masing dilengkapi dengan box anti air/panas yang berukuran setengah dari potongan roti…wuiiihhhh gaya bener bahasanya ya..hehehe. Nah semua itu ditaruh di atas atap atau di tiang telepon. Berdasarkan ShotSpotter, sensor-sensor tersebut cukup sensitif untuk membedakan antara suara tembakan dengan suara rame-rame jalanan, seperti klakson, tabrakan, cowok nyiulin cewek, nenek-nenek kaget, kentut loper koran, semprit polisi yang lagi nilang, dll.

large_SpotshottergraphicPetugas polisi di D.C bilang, sistem ini bisa memangkas waktu penanganan kasus-kasus penembakan. ShotSpotter juga merekam semua tembakan yang terdeteksi dan mengumpulkan lokasinya untuk keperluan forensik nantinya. Biaya untuk menerapkan sistem ini antara ratusan dolar hingga ribuan dolar, yaaahh tentu saja tergantung dari luasan wilayahnya thooo…

Yang jadi pertanyaan nih,

  1. Kalau terjadi baku tembak, atau si penembak 30 orang trus tersebar di berbagai lokasi, trus nembak bersamaan, apakah ShotSpotter bisa merasakan ada yang tidak beres?
  2. Kalau saya ngelempar bom ke perempatan jalan lalu saya lari sekuat tenaga ke arah yang berlawanan, apakah shotspotter menangkap lokasi saya sebagai si pelempar tersebut?
  3. Saking isengnya, saya pasang 5 speaker panggung besar-besar di tengah jalan, trus nyetel suara tembakan. apakah nantinya saya akan didatangi polisi karena nembakin orang?

Well, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari penelitian ini.. Atau mungkin teman-teman ada yang punya update terbaru?

Kalau masih pengen tau lebih jauh tentang ShotSpotter, bisa nih di klak-klik link dibawah :

http://www.howstuffworks.com/framed.htm?parent=shotspotter.htm&url=http://www.safetydynamics.net/

http://www.howstuffworks.com/framed.htm?parent=shotspotter.htm&url=http://www.shotspotter.com

http://www.howstuffworks.com/framed.htm?parent=shotspotter.htm&url=http://www.wired.com/news/technology/0,1282,65802,00.

Kategori:Tekno Tag:, , ,
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: