Beranda > SanaSini, Umum > Timbangan Bagasi Pesawat

Timbangan Bagasi Pesawat

timbangan1Beberapa waktu yang lalu, saya dan istri saya melakukan perjalanan menggunakan pesawat jurusan balikpapan – jogjakarta. Biasanya kami menggunakan pesawat mandala, yang tibanya di jogja sore hari. Tapi kali ini kami menggunakan Batavia Air. Karena istri saya phobia naik pesawat. Saking phobia nya, dia punya beberapa syarat untuk terbang :
1. Tidak terbang sore/malam hari. Karena biasanya hujan terjadi sore hari. Kalau malam, tidak bisa melihat cuaca diluar.
2. Tidak terbang hari selasa dan kamis. Yang ini saya tidak tahu alasannya.
3. Terbang harus ditemani, suami atau saudara.
4. Tidak menggunakan maskapai Merpati dan Adam air (dalam hati, Merpati memang tidak terbang Bppn-Jogja, dan Adam Air sudah bangkrut, hmmmppfffhh)

Bisa dibayangkan, betapa sulitnya mengatur apapun hanya untuk terbang 1 flight. Belum jadwalnya (kadang full), belum harganya, belum syarat-syarat diatas…

Oke kembali ke cerita awal. Di tiket tertulis bahwa bagasi maksimal adalah 20kg/tiket. Artinya kami mendapat jatah 40kg. Nah ini yang mau saya ceritakan. Ukuran 20kg ini seringkali rancu. Ibaratnya, kalau kita beli jeruk atau mangga di pasar lah.. kan perlu ditanya tuh ke sipenjual… “ini timbangan sorga atau neraka??”…. begitu juga di check in. Penerbangan-penerbangan sebelumnya, saya sering over load di berat bagasi. Saya mengakui memang overload. Tapi jumlah overloadnya itu yang saya tidak habis pikir, pernah hingga 20kg!!! bayangkan, seharga satu tiket.

Perlu juga bagasi kita di timbang sendiri dirumah, saya menggunakan timbangan badan. Bila teman-teman sekalian membawa 2 atau 3 koli barang (2 atau 3 tiket). Sebaiknya ditimbang dulu sebelum check in. Kalau satu koli nya pas 20kg. Kemungkinan saat check-in akan lebih 2 atau 3kg. nah kalau 3 koli dan masing masing lebih 3 kg, berarti overload 6kg. Nah, dengan entengnya, si petugas check-in pasti minta “tambah”.

Sekali lagi, timbangan check-in pun perlu dipertanyakan. Jadi, saat petugas check-in “menuduh” bagasi kita overload, kita sudah siap “senjata” kan :D
Tapi (tapi lagi nih), pada akhirnya mereka pun pasti tidak mau tahu dan tetap meminta biaya overload. Jadi posisi kita sebagai raja..eh konsumen, tetap kalah. Kecuali kalau ada teman-teman yang “gigih” memperjuangkan haknya. Hmmm… mungkin dengan pasang tampang galak, atau memanggil sang manager, atau mungkin membawa timbangan sendiri yang sudah dikalibrasi badan meteorologi. Silahkan pilih.

Ada 2 hal yang bisa dilihat dari masalah ini. Pertama adalah hak kita sebagai konsumen. Tentu, alat ukur seperti timbangan perlu dikalibrasi secara berkala. Apalagi timbagan di check-in hampir pasti digunakan setiap harinya. Tapi, karena timbangan (alat ukur) tersebut tidak untuk alat transaksi, seringkali periode kalibrasi ini diabaikan. Ujung-ujungnya kita juga yang dirugikan.
Yang kedua adalah dari sisi maskapainya nya. Atau tepatnya sisi safetynya. Pilot/copilot akan menghitung beban total yang masuk ke pesawat. Mulai dari jumlah orang yang menggunakan rerata berat manusia umumnya hingga bagasi. Nah perhitungan beban ini akan menentukan apakah pesawat laik terbang atau tidak. Jangan tanya apa dan bagaimana mereka menghitung, yang pilot tolong dibantu. Kalau maskapai “korupsi” berat bagasi, katakanlah, 2kg/kolinya. Dan misalnya ada 50koli. Berarti maskapai akan ada “space” berat 100kg. Yang bisa digunakan untuk error perhitungan berat manusianya, serta error-error lain yang tidak terduga. Dan perhitungan njelimet tadi jadi cepat karena “margin” 100kg tadi. Dan ujung-ujungnya, kita lebih cepat berangkat.

Yah, syukurlah kalau memang begitu adanya, tapi siapa yang menjamin, kalau “space/margin” tadi digunakan secara bijak, kalau didetik-detik terakhir sebelum take-off mereka menyadari punya “peluang” 100kg terus akan kontek via radio “Halo-halo bagian bagasi, silahkan motor Tiger dan Supra Fitnya dimasukkan, masih cukup nih!!” hehehehe….

Pada penerbangan saya yang terakhir, saya sudah mempersiapkan diri dengan menimbang dahulu bagasi saya. Ada 3 koli, 16kg, 14kg dan 3kg. Jadi berat total 33kg, dan memang saat check-in petugasnya tidak mempermasalahkan soal berat bagasi. Dan sebagai informasi, kami datang terlambat, jadi setibanya di bandara petugas check-in sudah teriak-teriak untuk segera check-in dan masuk keruang tunggu, berselang 3 menit kemudian langsung naik pesawat(boarding)..hehehe…. Terbang di hari jum’at, cuacu cerah, pendaratan mulus, dan saya bisa tidur tenang dipesawat.

Well, terlepas dari itu semua, saya yakin, dengan berbagai kecelakaan pesawat yang terjadi belakang ini, kebijakan keselamatan maskapai saat ini menjadi lebih ketat. Tapi saya harap dengan ketatnya kebijakan safety, tidak dilakukan dengan mengorbankan hak-hak konsumen.

About these ads
  1. Tri Setyo Wijanarko
    Juli 21, 2009 pukul 10:36 am

    maaf mas, istri anda itu termasuk trauma atau cuma parno? kalo trauma maksudnya apa pernah mengalami hal yang nggak mengenakkan saat naik pesawat? atau cuma parno doang dalam arti takut yang nggak beralasan?

    sebenernya nggak perlu takut lah naik pesawat, btw merpati itu safety-nya cukup bagus juga kok. kalo rekomendasi saya untuk maskapai dengan safety yang bagus ya garuda, mandala, dan air asia..

    • guladig
      Juli 24, 2009 pukul 3:11 pm

      Istri saya hanya parno saja. karena melihat pemberitaan di TV tentang kecelakaan-kecelakaan pesawat. Yah, sudah diberikan pengertian tapi tetap saja tidak bisa menghilangkan parnonya tuh.
      iya mas, kami lebih sering pakai garuda atau mandala, karena kebetulan rute-rute kami sekeluarga lebih banyak oleh dua maskapai ini.

  2. Sofian
    Oktober 5, 2009 pukul 4:45 am

    Logikanya 1 orang dengan beberapa stel pakaian sedikit oleh2 ga sampai 20kg, krn sbgian bisa d bw kabin bagasi, tpi klo sudah bw ini itu hasil panen, jlas overload bagasi sanksinya denda hal ini anda kan sudah salah knapa ngomel mpermasalahkan berat barang petugasnya anda salahkan pula mereka kan hanya menjalankan tugas, saya rasa anda pasti sudah tau klo pasti kelebihan dari yang di anjurkan! Knapa kok sbagian di paketkan, biaya lbih murah ga ada masalah petugas maskapai, BEGITU AJA KOK REPOT

    • guladig
      Oktober 11, 2009 pukul 2:14 am

      Anda petugas timbangan ya pak Sofian .. :-D
      Saya tidak ngomel, tapi melihat masalah dari sisi konsumen. budaya kita sekarang selalu mengambil kesempatan dari kesempitan.. sayang nya sempat-sempit itu sering merugikan orang lain… (tidak munafik, saya pun kadang begitu)..
      Saya berusaha melihat dari dua sisi, dari maskapai dan dari konsumen.
      Anyway, terima kasih atas omelan Anda diatas, dan betul kata Anda… “BEGITU AJA KOK REPOT”..

  3. rafa
    November 16, 2009 pukul 7:36 am

    berapa biaya yg dikenakan sebagai akibat tambahan bagasi….??

    bedakah permaskapai na..?

    • guladig
      November 20, 2009 pukul 3:21 pm

      Iya, berbeda. Setahu saya Mandala Rp.22.500 /Kg.
      Kalau yang agak memberatkan Air Asia. Kalau pesan bagasi sampai 15Kg via internet, seharga 30rb. Kalau saat check-in, 60rb. Pemesanan bagasi saat check-in lebih bersifat pinalti

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: